Sabtu, 18 April 2009

TERMINAL BUS CIREBON

Kata orang jawa 'mumpung'  libur panjang 4 hari, pulanglah aku ke kampung halaman di daerah jawa tengah. Jalur Bus Bandung-Jawa Tengah pastinya akan berhenti di terminal bus Cirebon. Namanya juga hidup pas-pasan, naiklah aku dengan bus non-ac. Walau agak panas, tapi karna hati sejuk, semua jadi terasa indah.

Sekitar 1 km sebelum dan setelah terminal Cirebon, sekitar ada 5-7 kali, masuklah beberapa pengamen. Mereka menyanyi dengan suara yang lebih sumbang dari DulSumbang, dan alat yang sengaja membangunkan orang yang ada disekitarnya. Waktu dikasih 200 rupiah (uang kecil yang sengaja dikeluarkan untuk hal-hal seperti ini), uang itu dikembalikan. Tapi kemudian orang itu datang lagi ketempatku dan meminta lebih. Bahkan orang di sampingku dipaksa memberi 1000 rupiah. Gerombolan yang berikutnya malah hanya memberikan salam dari berbagai bahasa dan doa tidak jelas yang intinya mengutuk yang tidak memberi sambil sesekali menyebut kata 'orang jalanan', 'rakyat jelata', 'sedekah' dan sebagainya yang pada akhirnya adalah UUD (Ujung-Ujungnya Duit)

Entah mengapa mereka (lebih enak disebut para PREMAN) bebas melakukan ini ditempat umum. Dan hal ini sepertinya tidak ditindak oleh pihak berwajib daerah Cirebon pada khususnya. Ada gosip yang beredar, bahkan pihak berwajib pun takut pada para preman ini. Lo?????

Dengan bantuan Googke dan kata kunci 'pengaduan kepolisian indonesia', saya menemukan:

http://www.polri.go.id/index.php?op=pelayanan&type_laporan=02

silahkan melapor kesini, semoga laporan ini dapat segera ditindaklanjuti. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar